Breaking

Minggu, 27 September 2026

China Gelar Latihan Militer di Dekat Huangyan Dao Usai Pertemuan Xi Jinping dan Trump

 


BEIJING — China menggelar latihan penegakan hukum maritim serta latihan gabungan angkatan laut dan udara di sekitar Huangyan Dao, kawasan yang juga dikenal sebagai Scarborough Shoal dan menjadi wilayah yang dipersengketakan dengan Filipina.

Latihan tersebut berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, hanya beberapa hari setelah Presiden China Xi Jinping menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Kunjungan Xi ke Amerika Serikat berlangsung pada 23–25 September. Gedung Putih menyatakan kunjungan tersebut berakhir pada 25 September setelah rangkaian agenda resmi bersama Trump.

Penjaga Pantai China Gelar Latihan di Huangyan Dao

Pada 27 September, Penjaga Pantai China menggelar latihan yang disebut sebagai kegiatan perlindungan hak, penegakan hukum, dan pengendalian di perairan sekitar Huangyan Dao.

Menurut Kementerian Pertahanan Nasional China, latihan tersebut mencakup simulasi pemeriksaan dan pemeriksaan di atas kapal, pencegatan terhadap kapal yang menerobos, serta penarikan paksa.

China menyatakan latihan itu bertujuan memperkuat kemampuan penegakan hukum dan pengendalian di sekitar kawasan tersebut serta menjaga apa yang disebut Beijing sebagai kedaulatan teritorial dan hak-hak maritim China.

Huangyan Dao dikenal sebagai Scarborough Shoal dalam penggunaan internasional dan Bajo de Masinloc di Filipina. Kawasan tersebut diklaim oleh China dan Filipina sehingga aktivitas kapal dan pasukan di sekitarnya kerap menjadi perhatian.

Latihan Angkatan Laut dan Udara Turut Digelar

Selain latihan penjaga pantai, Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) juga menggelar latihan gabungan angkatan laut dan udara di wilayah perairan serta ruang udara sekitar Huangyan Dao.

Menurut laporan China, latihan tersebut dimaksudkan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan operasional dalam menjaga kedaulatan wilayah dan kepentingan maritim China.

Latihan melibatkan sejumlah unsur militer, termasuk kapal perang, pesawat militer dan sistem udara tanpa awak. Skenario latihan menunjukkan adanya simulasi pengendalian terhadap aktivitas kapal di sekitar kawasan yang disengketakan.

Pernyataan China Singgung Pihak Eksternal

Dalam keterangannya, pihak China menyatakan latihan tersebut merupakan respons terhadap tindakan pihak tertentu yang dinilai Beijing dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

China juga menyampaikan pesan bahwa negara lain tidak akan berhasil mengubah posisi Beijing dalam mempertahankan apa yang disebutnya sebagai hak dan kepentingan sah China.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena latihan berlangsung di kawasan yang juga diklaim Filipina.

Meski demikian, penyelenggaraan latihan tersebut perlu dilihat dalam konteks sengketa maritim yang telah berlangsung lama di Laut China Selatan, bukan semata-mata sebagai perkembangan yang berdiri sendiri.

Berlangsung Setelah Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump

Waktu pelaksanaan latihan juga menjadi perhatian karena terjadi tidak lama setelah pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di Washington.

Xi menyelesaikan kunjungan kenegaraannya pada 25 September setelah melakukan serangkaian agenda bersama Trump. Gedung Putih menggambarkan kunjungan tersebut sebagai langkah penting dalam hubungan Amerika Serikat dan China.

Namun, hubungan kedua negara tetap memiliki sejumlah persoalan strategis, termasuk perdagangan, teknologi, Taiwan, serta dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Karena itu, latihan China di sekitar Huangyan Dao menjadi perkembangan yang menarik untuk dicermati bersamaan dengan upaya Washington dan Beijing menjaga komunikasi bilateral.

Filipina Berada di Tengah Dinamika Laut China Selatan

Bagi Filipina, aktivitas China di sekitar Huangyan Dao memiliki arti penting karena kawasan tersebut juga diklaim Manila.

Kehadiran China di wilayah tersebut telah menjadi salah satu bagian dari dinamika keamanan Laut China Selatan. Filipina sendiri merupakan sekutu Amerika Serikat, sehingga setiap perkembangan keamanan di kawasan tersebut juga memiliki dimensi hubungan AS-Filipina.

Latihan terbaru China menunjukkan bahwa meskipun Beijing dan Washington baru saja menyelesaikan rangkaian pertemuan tingkat tinggi, aktivitas keamanan China di Laut China Selatan tetap berjalan.

Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama terkait aktivitas kapal China dan Filipina di sekitar Huangyan Dao serta bagaimana Manila dan Washington merespons latihan tersebut.